Ilmuwan Jepang dan Mongolia Temukan Fosil Tarbosaurus



TOKYO - Ilmuwan Jepang dan Mongolia belum lama ini sukses menemukan fosil Tarbosaurus di Gurun Gobi yang diperkirakan berusia 70 juta tahun.



Fosil tersebut saat ini dipamerkan di Hayashibara Museum of Natural Science, Okayama, Jepang. Juru Bicara Museum Takuji Yokoyama mengatakan, fosil itu merupakan Tarbosaurus muda yang diperkirkan mati pada usia lima tahun.

"Kami merasa sangat beruntung bisa menemukan fosil Tarbosaurus muda lengkap dengan seluruh bagian-bagian pentingnya. Yang kurang hanya bagian tulang leher dan ujung tulang ekornya," ujarnya. Apa yang ditemukan ilmuwan Jepang dan Mongolia ini sangat penting untuk mengetahui kehidupan dinosaurus, khususnya Tarbosaurus yang merupakan binatang pemakan daging seperti halnya Tyranosaurus.

Dia menambahkan, tinggi fosil Tarbosaurus muda yang ditemukan sekira dua meter. Sementara tinggi Tarbosaurus dewasa bisa mencapai 12 meter. Belum diketahui jenis kelamin binatang purba yang konon musnah akibat tabrakan meteor itu. Yokoyama mengklaim temuan tersebut merupakan terobosan besar dalam dunia ilmu pengetahuan, mengingat kerangka lengkap dinosaurus muda nyaris tidak pernah ditemukan utuh.

"Biasanya rangka dinosaurus muda hancur akibat pelapukan udara atau akibat serangan dari predator yang lain," imbuhnya. Tidak mudah bagi para ilmuwan untuk menemukan fosil berharga itu. Menurut Yokoyama, awal pencarian fosil Tarbosaurus dimulai pada Agustus 2006. Dalam menjalankan misinya, ilmuwan Jepang bergabung dengan ilmuwan di Mongolian Academy of Scientist.

?Dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun untuk merelokasi fosil tersebut. Kami berharap temuan ini dapat mengungkap proses perkembangan dan pertumbuhan dinosaurus,? tutur Yokoyama seraya menjelaskan penggalian di Gurun Gobi kali pertama dilakukan ilmuwan Jepang pada 1993.

No comments:

Post a Comment

Tips

Dimana ada kasih, disitu ada kehidupan (Mahatma Gandhi)


Waktu sulit tidak berkepanjangan tetapi manusia tabah tetap kekal (Robert Schuller)


Hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya (Amsal)


Hanya sedikit dari kita yang melihat dan merasakan dengan mata dan hati milik kita sendiri (Albert Einstein)


Semua orang bisa marah, tetapi marah pada saat dan kondisi yang tepat tidaklah mudah (Socrates)


Adalah pikiran yang membuat sehat atau sakit, sengsara atau bahagia, kaya atau miskin


Kita tidak akan menemukan jalan menuju sukses. Kita harus merakitnya sendiri (Anonim)


Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan melainkan sebuah kebiasaan (Aristoteles)


Kepercayaan diri memberikan inspirasi mengagumkan kepada yang memilikinya(John Milton)


Ketekunan adalah hasil dari kerja keras yang anda lakukan setelah lelah bekerja keras (Newf Gingrich)